CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Jumat, 28 November 2008

Perkembangan ICT

Bila dilacak ke belakang, terdapat beberapa tonggakperkembangan teknologi yang secara nyata memberisumbangan terhadap eksistensi TIK saat ini. Pertama adalahtemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875.Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penggelaranjaringan komunikasi dengan kabel yang melilit seluruh daratanAmerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabelkomunikasi trans-atlantik. Inilah infrastruktur masif pertamayang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasukiabad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terealisasitransmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yangpertama (Lallana, 2003:5). Komunikasi suara tanpa kabelsegera berkembang pesat, dan kemudian bahkan diikuti pulaoleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siarantelevisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertamaberoperasi pada tahun 1943, yang kemudian diikuti olehtahapan miniaturisai komponen elektronik melalui penemuantransistor pada tahun 1947, dan rangkaian terpadu (integratedelectronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologielektronika, yang merupakan soko guru TIK saat ini,mendapatkan momen emasnya pada era perang dingin.Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blokTimur (eks Uni Sovyet) justru memacu perkembangan teknologielektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untukpengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesinperang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaanrangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor.Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keraskomputer, dan terus berevolusi sampai saat ini.Di lain pihak, perangkat telekomunikasi berkembang pesat saatmulai diimplementasi-kannya teknologi digital menggantikanteknologi analog yang mulai menampakkan batas-batasmaksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkattelekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkatkomputer yang dari awal merupakan perangkat yangmengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilahyang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atasinfrastruktur telekomunikasi dan komputasi inilah kandungan isi(content) berupa multimedia, mendapatkan tempat yang tepatuntuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi-komputasimultimediainilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimanaabad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industrimenjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusiamaka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasikomputasi-multimedia terjadi melalui implementasi teknologidigital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atausetidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics)untuk maksud yang kurang lebih sama dengan TIK yang kitakenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematicssebagai telecommunication+informatics (telekomunikasi +informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna scienceof data transmission. Pengolahan informasi danpendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membukabanyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidangkehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Ide untukmenggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-prosesyang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan,sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi,kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendalawaktu dan tempat, juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalandengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e,mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, elibrarydan sebagainya. Awalan e- bermakna electronics yangsecara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.

0 komentar: